KOMUNITAS KAMPOENG ILMU

Kampoeng Ilmu, merupakan sebuah komunitas yang terkonsentrasi dalam satu gerakan dan satu itikad untuk memajukan desa dibidang pendidikan. Untuk memahami sesuatu dibutuhkan ilmu pengetahuan, tapi untuk menghayati ilmu trsebut dibutuhkan pengalaman.. Mari berbagi pengalaman bersama Komunitas Kampoeng Ilmu. Kami mengajak kawan-kawan untuk bergabung baik untuk donasi buku maupun menjadi volunteer tenaga pengajar. Kami sangat berharap partisipasi kawan-kawan. Posko bantuan penggalangan buku dan volunteer di jalan Waturenggong gg IV no 14, Panjer, Denpasar. Untuk pendaftaran volunteer dan info lebih lanjut silahkan hubungi : Maya(081805651802)

Merdesa!!!

Iklan

HARI KEAKRABAN DALAM SUASANA KEMERDEKAAN

“Hiduplah Indonesia Raya!”

Lantunan lagu Kebangsaan serta Kibaran bendera Merah Putih terlihat dan terdengar seantero Indonesia pada 17 Agustus 2012 lalu. Kebanggaan akan bangsa Indonesia tampak dari semangat seluruh masyarakat dalam merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Hampir di setiap daerah dari Sabang hingga Merauke memiliki acara untuk memperingati hari Kebangsaan ini. Mulai dari Upacara Bendera, lomba-lomba, hingga hiburan-hiburan.

Komunitas Kampoeng Ilmu tidak ingin ketinggalan untuk memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan RI ini. Mengibarkan bendera pusaka di puncak Gunung Batur menjadi awal serangkaian kegiatan kami. Bersama kawan-kawan dari Universitas Udayana dan DPC GmnI Denpasar. Kami berangkat ke Kintamani pada 16 Agustus 2012 malam. Toya Bungkah adalah rute yang kami ambil dini hari itu. Tepat pukul  03.00 wita dini hari kami mulai beranjak dari kaki Gunung Batur. Gelap dan dingin tidak menyurutkan semangat kawan-kawan untuk menaklukan Gunung itu.

Matahari hampir terbit ketika kami sampai di Puncak Gunung Batur. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan Bendera Kebangsaan kita lakukan dengat penuh semangat setelah matahari terlihat sepenuhnya. Sebelum tengah hari, kami memutuskan untuk pulang.

Tidak berhenti sampai disana, sabtu 18 Agustus 2012 kami mengajak adik-adik Kampoeng Ilmu di Tambakan untuk nonton bareng dan makan bersama. Bercerita tentang Kemerdekaan mengawali pertemuan kita sore itu. Setelah semua peralatan siap, film Dokumenter Komunitas Kampoeng Ilmu menjadi pembuka acara. Riuh tawa adik-adik terdengar ketika melihat aksi mereka dalam film yang dipersembahkan untuk Pusaka Bangsa itu. Cerita tentang Ikal dan kawan-kawan dalam film Laskar Pelangi mengundang simpatik adik-adik Kampoeng Ilmu. Semangat Ikal dan sembilan kawan lainnya dalam mendapatakan pendidikan dan meraih prestasi dalam keterbatasan membuat haru adik-adik Kampoeng Ilmu. Mereka merasa bersyukur karena saat ini masih dapat bersekolah dan mendapatkan pendidikan di tempat yang baik. Mereka merasa termotivasi untuk belajar yang lebih giat. Setelah film usai, kami bersama adik-adik dan orang tua makan bersama.

Hari selanjutnya kami lakukan dengan kegiatan menggambar mengenai hari Kemerdekaan. Adik-adik Kampoeng Ilmu tampak serius dengan kertas gambar, crayon, dan pensilnya. Bendera merah putih yang berkibar di ujung tiang tampak hampir di seluruh gambar adik-adik. Setelah puas mencorat-coret kertas gambar, kami beralih ke kertas warna. Kami menulis surat untuk sahabat pena di Palembang, Sumatera Selatan. Dalam surat, kami mengucapkan selamat hari Kemerdekaan dan selamat hari raya Idul Fitri bagi yang merayakan. Setelah puas berbagi cerita untuk sahabat pena, kami menulis cita-cita kami dalam kertas warna dan menghias kertas itu seindahnya. Kelak ketika kami melihat kertas itu, kami akan termotivasi untuk meraih cita-cita kami.

Lelah dengan kegiatan-kegiatam itu, kami putuskan untuk bermain dan bernyanyi bersama sebelum pulang ke rumah masing-masing. Semangat baru untuk meraih pendidikan yang tinggi serta kebebasan untuk bercita-cita dan berkarya menemani langkah kecil adik- adik Kampoeng Ilmu.

DARI GUNUNG KE PANTAI, BERSAMA “KAMPOENG ILMU”

“…Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya,…”
Bajrasandhi

Lantunan lagu Indonesia Pusaka mengiringi perjalanan adik-adik Kampoeng Ilmu menuju Kota Denpasar, Minggu, 8 Juli kemaren. Kebahagiaan mereka tidak surut meskipun beberapa orang dari mereka mabuk karena tidak terbiasa berkendara dengan mobil. Enam anak berprestasi dari peserta Kampoeng Ilmu tidak mau melewatkan hadiah spesial yang berhak mereka dapatkan atas prestasi mereka di sekolah.
Tepat pukul 11 pagi, kami tiba di Objek belajar pertama yaitu Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajrasandhi, Renon. Adik-adik Kampoeng Ilmu tampak sangat menyimak cerita perkembangan peradaban di Bali mulai dari jaman prasejarah hingga jaman modern yang tertuang dalam Gambar, Foto, dan ke 33 Diorama yang ada. Dercak kagum mereka kembali terlihat ketika berada di Utamaning Utama Mandala, Puncak monumen Bajrasandhi saat menikmati Landscape kota Denpasar dari ketinggian kurang lebih 45 meter.
Lelah dan gerah akan panasnya kota Denpasar siang itu, membuat kami merasa lapar. Kami memutuskan makan siang di seputaran Denpasar. Kemacetan kota Denpasar mulai menjadi topik cerita kami dalam perjalanan menuju pasar Badung untuk makan siang.

Ocean Dream Samudra Ancol Jakarta yang hampir sebulan ini membuka Pentas di Bali, tepatnya di Central Parkir Kuta menjadi tujuan kami selanjutnya. Disana adik-adik Kampoeng Ilmu melihat Pentas Lumba-Lumba dan Aneka Satwa. Diantaranya, atraksi yang memukau dari lumba-lumba, singa laut, dan berang-berang. Selain dihibur lucunya pertunjukan satwa, kami juga mendapat penjelasan menganai satwa-satwa cerdas tersebut.

Pantai Mertasari

Sore itu, kami putuskan untuk menikmati senja di Pantai Mertasari. Salah satu pantai di kawasan Sanur yang saat ini masih dikelola oleh penduduk. Sebagian besar dari adik-adik Kampoeng Ilmu mengaku belum pernah sama sekali berkunjung ke pantai. Bahagia rasanya melihat tawa lepas adik-adik Kampoeng Ilmu saat bermain air, mencari kerang, dan saling berkejaran. Segala kepenatan mereka saat sekolah dan bekerja dalam mengisi liburan seolah mereka tuangkan dengan teriakan-teriakan nakal dan jailan pada kawan-kawan yang lain. Lapar melanda kami ketika matahari hampir tenggelam, setelah mandi di permandian umum kami disuguhkan hidangan hangat yang nikmat di Café Nyoman. Dingin yang tadinya kami rasa, akhirnya hilang setelah perut kosong kami kembali terisi.

Cafe Nyoman, Pantai Mertasari

Tak sabar untuk menikmati puncak tour, kami akhirnya segera meluncur ke Taman Budaya Art Center untuk menghadiri pesta megah yang diadakan tiap tahun di Bali. Pesta Kesenian Bali, tempat dimana kebudayaan Bali mulai dari Tarian, Pakaian, hingga Kuliner khas Bali dipamerkan menjadi tujuan wisata utama adik-adik Kampoeng Ilmu. Tak banyak acara yang dapat dinikmati karena saat itu sangat ramai. Jadi kami hanya melihat pemutaran film Dokumenter di gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Sebelum pulang, adik-adik Kampoeng Ilmu menyempatkan waktu membeli oleh-oleh untuk saudaranya dirumah. Mereka tentu ingin berbagi rasa bahagia. Berlibur satu hari di Kota Denpasar dengan memberikan kenang-kenangan kepada keluarga dirumah.
Waktu menunjukkan pukul 11 malam ketika kami meninggalkan kota Denpasar. Lelah belajar sambil bersenang-senang membuat adik-adik Kampoeng Ilmu tidur lelap sepanjang perjalanan. Terbesit senyum bahagia dan sejuta cerita yang mereka bawa pulang. Tentu tahun depan mereka ingin bersenang senang lagi, suatu motivasi bagi mereka untuk terus berprestasi. Cerita mereka juga tentu akan menjadi motivasi bagi kawan-kawannya untuk ikut meraih prestasi ditengah kesederhanaan. Sampai jumpa di event selanjutnya.. 😀 Merdesa!!

PEMBUKAAN PROGRAM MENGAJAR DI DESA TAMBAKAN

“Dengan ini, saya nyatakan Program Kampoeng Ilmu di Desa Tambakan dengan resmi di buka” sepenggal kata sambutan dari kepala Dusun Tambakan dalam acara pembukaan Program Kampoeng Ilmu, Minggu 4 Maret 2012 lalu..

Acara yang ditemani rintik hujan di Balai Suka Duka Tambakan itu dihadiri oleh peserta Kampoeng Ilmu yg berjumlah 43 orang, Kelian Kelompok Duse, Kepala Dusun Tambakan, PD PA GmnI Bali,  DPC GmnI Denpasar, volunteer Kampoeng Ilmu, serta beberapa warga banjar Duse..

Sambil menunggu para undangan, kawan-kawan dari Komunitas Kampoeng Ilmu menyempatkan diri untuk saling berkenalan dengan para peserta. Beberapa undangan yang telah hadirpun tidak ketinggalan memperkenalkan diri serta memberi motivasi kepada peserta untuk terus semangat dalam mencapai cita-citanya..

Tepat pukul 11.30 acara pembukaan yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya itu dimulai. Kurang lebih 30 menit pertama dilalui dengan sambutan dari Ketua Komunitas Kampoeng Ilmu, Ketua Program Kampoeng Ilmu di Desa Tambakan, serta beberapa undangan sekaligus pembukaan dari Kepala Dusun yang dilanjutkan dengan perkenalan mengenai Program Komunitas Kampoeng Ilmu..

Setelah melakukan perbincangan mengenai Program dan acara-acara yang akan diadakan oleh Kampoeng Ilmu serta menyinggung sedikit Potensi dan Permasalahan Desa Tambakan, acara yang berlangsung sangat sederhana itu akhirnya ditutup dengan harapan untuk kedepannya Program dan segala kegiatan Kampoeng Ilmu dapat berjalan dengan baik.

Komunitas Kampoeng Ilmu

LOMBA ARTIKEL & LOMBA PIDATO BUNG KARNO SMA/SMK se-Bali

Lomba Artikel dan Lomba Pidato Bung Karno SMA/SMK se-Bali dalam Rangka Dies Natalis LVIII Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI)

L O M B A A R T I K E L
P e r s y a r a t a n P e s e r t a :
– Pelajar SMA/SMK se-Bali
– Melampirkan Identitas (Kopi Kartu Pelajar/Surat Keterangan dari Sekolah)
– Melampirkan biodata (asal sekolah, alamat rumah, telepon, dan email)
K e t e n t u a n L o m b a :
– Tulisan sesuai dengan tema Dies Natalis LVIII GMNI : “Pemuda Indonesia : Berkepribadian dalam Budaya!”.
– Tidak mengandung SARA.
– Penilaian meliputi : kejelian desktipsi, kesesuaian isi dengan tema.
– Panjang tulisan 3500 karakter, Times New Roman 12, spasi 1,5 dan ukuran kertas A4.
– Tulisan asli bukan dari saduran atau terjemahan.
– Tulisan belum pernah dipublikasikan atau diperlombakan di media apapun
– Lima (5) Artikel terbaik akan dihubungi untuk mempresentasikan artikelnya dihadapan Dewan Juri
– Pengumpulan paling lambat 26 Maret 2012
– Pengumpulan dapat dikirim langsung/via pos (Jalan Waturenggong Gang IV No. 14 Denpasar) atau email (gmni_denpasar@yahoo.co.id)

L O M B A P I D A T O B U N G K A R N O
P e r s y a r a t a n P e s e r t a :
– Pelajar SMA/SMK se-Bali
– Melampirkan Identitas (Kopi Kartu Pelajar/Surat Keterangan dari Sekolah)
– Melampirkan biodata (asal sekolah, alamat rumah, telepon, dan email)
K e t e n t u a n L o m b a :
– Naskah pidato sesuai dengan tema Dies Natalis LVIII GMNI : “Pemuda Indonesia : Berkepribadian dalam Budaya!”.
– Naskah diketik pada kertas A4, Times New Roman ukuran font 12, spasi 1,5.
– Isi naskah harus berisikan ide dan pemikiran Bung Karno.
– Penilaian meliputi : isi atau bobot naskah, intonasi suara dan penampilan.
– Naskah pidato harus orginal
– Sepuluh (10) Naskah pidato terbaik akan dihubungi untuk membawakan naskah pidati masing – masing dihadapan dewan juri
– Materi referensi pidato (Rekaman suara, teks dan video) Bung Karno dapat diminta di Panitia
– Pengumpulan paling lambat 20 Maret 2012
– Pengumpulan dapat dikirim langsung/via pos (Jalan Waturenggong Gang IV No. 14 Denpasar) atau email (gmni_denpasar@yahoo.co.id)

I N F O
Ika : 08311926740
Wira : 081999226757

Maya Agrevina

Cerita dalam Kotak Kaca

Made Hery Santosa

Writing to capture moments of life

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

heryindrawan.wordpress.com/

Pejuang Pemikir - Pemikir pejuang

senyumansemesta

Just another WordPress.com site

RUMAH DIKSI

Rumah Kata Kita

Agus Lenyot

penikmat musik, perjalanan dan kata-kata